Rabu, 21 Desember 2011

KOMUNIKASI

KOMUNIKASI

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi(pesan,ide,gagasan) dari satu pihak ke pihak yang lain.Pada umumnya,komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya,komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak gerik badan,menunjukan sikap tertentu,misalkan tersenyum,menggelengkan kepala,mengangkat bahu,cara ini disebut komunikasi nonverbal.

Pengertian komunikasi
            Kata atau istilah komunikasi (berasal dari inggris “communication”),secara etimologis atau menurut asalnya adalah dari bahasa latin yaitu “communicatus” dan perkataan ini bersumber pada kata commnis dalam kata commnis ini memiliki makna “berbagi”atau “menjadi milik bersama” yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.    
Proses Komunikasi                                                                                                                             
Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seorang kepada orang lain.Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia.Karena itu merujuk pada pengertian Ruben dan Steward (1998:16) mengenai komunikasi manusia yaitu:
Human communication is the process through which individuals –in relationships, group, organizations and societies—respond to and create messages to adapt to the environment and one another.Bahwa komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain.
Untuk memahami pengertian komunikasi tersebut sehingga dapat dilancarkan secara efektif dalam Effendy(1994:10) bahwa para peminat komunikasi sering kali mengutip paradigma yang dikemukakan oleh Harold Lasswell dalam karyanya, The Structure and Function of Communication in Society. Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk untuk menjelaskan komunikasi ialah dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut: Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?




Saluran komunikasi dalam organisasi
            Komunikasi adalah sebuah tindakan untuk berbagi informasi,gagasan atau pendapat dari setiap partisipan komunikasi yang terlibat didalamnya guna mencapai kesamaan makna.Tindak komunikasi tersebut dapat dilakukan dalam berbagai konteks.Konteks omunikasi yang telah dibahas pada modul-modul sebelumnya adalah komunikasi antar pribadi (interpersonal communication) dan komunikasi kelompok.Konteks komunikasi selanjutnya yang akan kita bahas adalah komunikasi organisasi.Tindak komunikasi dalam suatu organisasi berkaitan dengan pemahaman mengenai peristiwa komunikasi yang terjadi didalamnya,seperti apakah instruksi pimpinan sudah dilaksanakan dengan benar oleh karyawan ataupun bagaimana karyawan/bawahan mencoba menyampaikan keluhan kepada atasan,memungkinkan tujuan organisasi yang telah ditetapkan dapat tercapai sesuai dengan hasil yang diharapkan.Ini hanya satu contoh sederhana untuk memperlihatkan bahwa komunikasi merupakan aspek penting dalam suatu organisasi,baik organisasi yang  mencari keuntungan ekonomi maupun organisasi yang bersifat sosial kemasyarakatan.

Peranan Komunikasi Informal
Penelitian ini berjudul Peranan Komunikasi Informal dalam Meningkatkan Gairah Kerja Karyawan di Universitas Sahid Jakarta. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan komunikasi informal, untuk mengetahui manfaat komunikasi informal, dan untuk mengetahui peranan media komunikasi informal dalam meningkatkan gairah kerja karyawan Universitas Sahid. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif, yaitu memecahkan masalah yang diteliti dengan mengumpulkan informasi aktual secara rinci dengan menggambarkan atau melukiskan objek penelitian yang berdasarkan fakta-fakta yang objektif serta data-data yang nampak. Populasi penelitian in adalah karyawan Universitas Sahid Jakarta berjumlah 214 orang karyawan dengan sampel berjumlah 68 responden. Untuk pengambilan sampel menggunakan Purposive sample, yaitu pemilihan sampel didasarkan pada karakteristik tertentu yang dianggap mempunyai sangkut-pautnya atau presentatif dalam penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi informal yang terjadi di Universitas Sahid Jakarta dalam meningkatkan gairah kerja karyawan adalah cukup berperan dalam strata sedang. Hampir setengahnya responden merasakan manfaat dari pembicaraan komunikasi informal tersebut. Media yang digunakan dalam melakukan komunikasi informal antar sesama rekan kerja dan pimpinan adalah telepon internal (air-phone). Komunikasi secara langsung tanpa menggunakan media lebih baik dan efektif serta mudah dimengerti, karena dapat melihat secara langsung gerak-gerik dan mimik lawan bicara.

Hambatan Komunikasi
            Didalam komunikasi selalu ada hambatan yang dapat mengganggu kelancaran jalanya proses komunikasi.Sehingga informasi dan gagasan yang disampaikan tidak dapat diterima dan dimengerti dengan jelas oleh penerima pesan atau receiver.
Menurut Ron Ludlow dan Fergus Panton,ada hambatan –hambatan yang menyebabkan komunikasi tidak efektif yaitu adalah:
1.      Status Effect
Adanya perbedaan pengaruh status sosial yang dimiliki setiap manusia.Misalnya karyawan dengan status sosial yang lebih rendah harus tunduk dan patuh apapun perintah yang diberikan atasan.Maka karyawan tersebut tidak dapat atau takut mengemukakan aspirasinya atau pendapatnya.
2.      Semantik Problems
Faktor semantik menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaan kepada komunikasi.Demi kelancaran komunikasi seorang komunikator harus benar-benar memperhatikan gangguan sematis ini,sebab kesalahan pengucapan atau kesalahan dalam penulisan dapat menimbulkan salah pengertian (misunderstanding) atau penafsiran (misinterpretation) yang pada gilirannya bisa menimbulkan salah komunikasi (miscomunication).Misalnya kesalahan pengucapan bahasa dan salah penafsiran seperti contoh:pengucapan demonstrasi menjadi demokrasi.keledai menjadi keledai yang lain.
3.       Perceptual distorsion
Perceptual distorsion dapat disebabkan karena perbedaan cara pandangan yang sempit pada diri sendiri dan perbedaan cara berfikir serta cara mengerti yang sempit terhadap orang lain.sehingga dalam komunikasi terjadi perbedaan persepsi dan wawasan atau cara pandang antara satu dengan yang lainnya.
4.      Cultural Differences
Hambatan yang terjadi karena disebabkan adanya perbedaan kebudayaan,agama dan lingkungan sosial.Dalam suatu organisasi terdapat beberapa suku,ras,dan bahasa yang berbeda.Sehingga ada beberapa kata-kata yang memiliki arti berbeda di tiap suku.seperti contoh:kata “jangan” dalam bahasa indonesia artinya tidak boleh,tetapi orang suku jawa mengartikan kata tersebut suatu jenis makanan berupa sup.
5.      Phisical Distractions
Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan fisik terhadap proses berlangsungnya komunikasi.contohnya:suara riuh orang-orang atau kebisingan,suara hujan atau petir,dan cahaya yang kurang jelas.
6.      Poor choice of communication channels
Gangguan yang disebabkan pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi.contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya sambungan telephone yang terputus-putus,suara radio yang hilang dan muncul,gambar yang kabur pada pesawat televisi,huruf ketikan yang  buram pada surat sehingga informasi tidak dapat ditangkap dan dimengerti dengan jelas.
7.      No feed back
Hambatan tersebut yaitu seorang sender mengirim pesan kepada receiver tetapi tidak adanya respon dan tanggapan dari receiver maka yang terjadi adalah komunikasi satu arah yang sia-sia.Sperti contoh manager menerangkan suatu gagasan yang ditujukan kepada para karyawan,dalam penerapan gagasan tersebut para karyawan tidak memberikan tanggapan atau respon dengan kata lain tidak peduli dengan gagasan seorang manager.


Peningkatan Efektifitas Komunikasi

Pesatnya perkembangan teknologi informasi tidak sekedar mengubah cara berkomuniksi manusia.Lebih dari itu,perkembangan ini terdampak luas di bidang bisnis,pemasaran dan perusahaan(dalam hal bagaimana ia berhubungan dengan pelanggannya).IMC (integrated marketing communication) lahir untuk menikapi perubahan tersebut.Faktanya,sebagai konsep yang baru dan sedang berkembang,IMC masih dipahami secara berbeda sampai hari ini.Buku ini mencoba untuk mengeksplorasi sejarah pembangunan konsep IMC dari awak kelahirannya pada tahun 1980-an dan perkembangan sampai hari ini,pro-kontra yang sering terjasi seputer IMC hingga bagaimana proses implementasi di indonesia yang bertujuan untuk mensintesiskan berbagai perbedaan pimikiran tantang IMC yang difokuskan pada perkembangan modern konsep IMC didunia internasional. Buku ini menyajikan suatu petualangan intelektual dari satu pemikir IMC ke pemikir IMC lainnya secara lugas untuk memahami keseluruhan peta IMC dan memberikan sudut pandang baru dalam memahami IMC yang belum pernah ditulis dalam buku IMC lainnya.Bagi para praktisi,buku ini menjelaskan secara mendalam dan menyeluruh bagaimana IMC harus diimplementasikan dalam perusahaah untuk meningkatkan loyalitas merek dan laba perusahaan,dan menyediakan prinsip-prinsip utama sebagai panduan dasar bagi implementasi IMC dalam praktik bisnis dewasa ini dan tantangan pemasaran dan komunikasi pemasaran di masa mendatang sehingga perusahaan mampu merespon secara tepat dan cepat persaingan pasar dan pergeseran perilaku konsumen.






sumber:





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar